Artikel Gama Statistika 2 Menengok urgensi data dalam penelitian Gama Stastistika Gambar1

Gambar 2. Menengok urgensi data dalam penelitian – Gama Stastistika

“Kamu kok bisa ngomong seperti ini, datanya mana?” kalimat yang sering kita dengar, yang  sering dilontarkan para akademisi. Jawaban bagi orang awam tentunya akan menjelaskan persespektif yang dimilikinya. Sebagian yang sedikit pandai mengelak akan beretorika menjelaskan bahwa “pengalaman empiris yang didapat dari lingkungan, media, dan teks-teks yang dibaca kemudia terekam dalam pikirannya adalah data” .  Tetapi hal tersebut akan hanya dijadikan sebuah asumsi, dan pernyataan yang banal dalam penelitian.

Tentu saja otak kita terisi dengan banyak informasi dan data yang didapat dari panca indra yang kita miliki. Untuk menjelaskan sebuah pernyataan, tidak boleh secara ujuk-ujuk berpendapat begitu saja. perlu adanya penjabaran tentang apa yang terjadi sebelumnya, darimana informasi yang didapat, terpercaya atau tidak. Kemudian barulah kita dapat berbicara tentang pendapat kita, dugaan kita, ataupun analisis kita.

Meskipun apa yang kita lontarkan adalah merupakan hasil data dari otak kita, tetapi informasi yang kita tangkap atau terima belum tentu benar, atau disepakati orang lain. Karena apa yang kita anggap hal tersebut benar, belum orang lain meyakini pandangan kita benar. Bisa jadi pernyataan yang langsung kita lontarkan justru yang salah. Seperti halnya pernyataan bahwa “kenyataan hidup tak seperti teori” pernyataan tersebut seperti terlihat benar, tetapi sebenarnya belum tentu. Bukan teori yang salah, kemudian  tidak sesuai dengan kehidupan kita. Tetapi patut diduga bahwa refrensi teori yang dimiliki minim, sehingga tidak sesuai dengan kehidupan kita. Teori bisa menjadi benar ketika situasi dan kondisinya juga relevan. Untuk itulah perlu adanya penyampaian data dari yang kita dapat terlebih dahulu, sehingga pernyataan yang kita sampaikan dapat dipahami orang lain. Sehingga dalam penelitian data itu sangat penting, untuk meminimalisir bahwa yang kita sampaikan bukan asumsi belaka atau opini.

Dalam KBBI (Kamus besar bahasa Indonesia) data merupakan keterangan yang benar atau nyata yang dapat menjadi sebuah kajian (analisis atau kesimpulan). Beberapa ada yang menjelaskan bahwa data merupakan sebuah catatan atas kumpulan sebuah fakta atau realitas sosial. Jika ditelisik dari bahasa, data berasal dari “datum” yang dalam bahasa Yunani berarti kumpulan fakta. Pada bahasa inggris data bersifat majemuk, tidak ada istilah  “datas” untuk menggambarkan banyak data. Pada aktivitas sehari-hari, data menjadi suatu pernyataan yang diterima secara orginal atau apa adanya. Pernyataan tersebut adalah hasil dari sebuah pengukuran atau pengamanatan terhadap sesuatu, yang menghasilkan sebuah, anka, kata-kata, atau citra.

*Data dalam Penelitian Ilmiah*

Penelitian memiliki banyak maksud dibelakangnya, tergantung apa motif dan kepentingan sang peneliti melakukan penelitian tersebut. Tetapi tujuan penelitian dapat dikerucutkan menjadi 3 hal pokok yang mendasariadnaya penelitian. Yang pertama Eksploratif, penelitian bertujuan menemukan pengetahuan baru yang belum ada sebelumnya. Kedua yaitu Verifikasi,penelitian memiliki tujuan untuk menguji teori yang sudah ada, sehingga penelitian tersebut dapat memperkuat atau justru malah melengserkan teori yang sudah mapan. Ketiga yaitu Development, maksud dari pelaksanaan penelitian adalah untuk mengembankan penelitian yang sudah ada.

Ketika merumuskan sebuah tujuan penelitian, tentunya kita harus berpatokan pada rumusan masalahnya terlebih dahulu. Tujuan penelitian akan terjawab ketika rumusan masalah yang berbentuk deskriptif, komparatif dan asosiatif pada rumusan masalah sudah jelas. Sehingga penelitian memerlukan sebuah dasar analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis. Bukan hanya itu saja, penelitian juga menggunakan metodologis dan konsisten. Sehingga menurut Soejono Soekanto, tujuan dari penelitian untuk dapat mengungkap sebuah kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa sesungguhnya sedang dihadapi.

Penulisan penelitian ilmiah yang sistematis dan metodologis perlu adanya alur-alur yang perlu dilakukan. Dari mulai judul penelitian, rumusan masalah, hingga kesimpulan dan saran. Dalam merumuskan sebuah rumusan masalah, perlu diawali terlebih dahulu sebuah latar belakang. Dimana sang peneliti perlu menyampaikan beberapa hal yang menarik, yang berisikan pemaparan informasi. Informasi tersebut berupa fakta yang dikumpulkan kemudian menjadi sebuah data yang penting dalam penelitian ilmiah tersebut. Sitematika harus diterapkan, yang menjadikan data-data kemudian diolah dan selanjutnya diutarakan secara jelas dan tepat sehingga orang lain yang memiliki pengetahuan berbeda dengan kita memahami. Pemaparan seperti ini juga sering disebut deskripsi.

*Data sebagai Pisau Analisis*

Mungkin sebagian besar orang tidak terlalu memperhatikan arti penting sebuah data. Tetapi bagi lingkup pendidikan, perusahaan, dan pemerintahan, data menjadi hal dasar untuk mengambil keputusan atau kebijakan. Kamalesh Bathala (2019) Director of Customers and Analytics salah satu start up besar di Indonesia, mengatakan bahwa data menjadi nafas bagi pengembangan bisnis. Pengambilan, pengolahan, serta analisis data sangat penting dalam membangun sebuah produk yang user-centric. Kamalesh mengungkapkan “Sebuah produk yang baik dibangun melalui sebuah analisis data yang tepat. Semua keputusan bisnis yang dilakukan harus berbasis data”. Dengan mengetahui data kebiasaan pengguna, perusahaan dapat mengetahui apa kebutuhan konsumen saat ini. Perusahan juga dapat memprediksi apa yang menjadi kebutuhan konsumen yang akan datang.

Dalam institusi pemerintahan, seperti pada artikel dinas kelautan dan perikanan provinsi yogyakarta (2015), data memiliki fungsi penting bagi kenrja dan kelancaran instansi pemerintahaan. Instansi Pemerintahan membutuhkan sebuah data yang baik agar dapat membantu para pimpinan dalam mengambil suatu kebijakan. Ketika pengambilan sebuah kebijakan tidak berdasarkan data, maka hal tersebut sangat merugikan. Dari segi anggaran akan terbuang percuma, dan dari sisi masyarakat juga dirugikan karena tidak tepat sasaran. Bukan hanya itu, data bagi pemerintahan juga digunakan untuk menyusun rencana kegiatan dan mengambil sebuah keputusan. Sehingga sebelum pengambilan keputusan kebijakan memerlukan riset-riset guna mencari data, dan menghindarai kebijakan yang tidak tepat sasaran. Kumpulan data-data yang terorganisir dalam sebuah data base dapat membantu memudahkan instansi pemerintahan dalam pencapaian rencana strategisnya.

Menelisik lebih jauh, Sumber data yang paling utama terdapat dari individu seseorang. Wahyudi (2010) berpendapat bahwa data pada manusia muncul karena adanya stimulus yang ditankap oleh indera manusia kemudia melalui syaraf-syaraf akhirnya sampai pada otak. Terdapat dua jenis stimulus yang terekam pada memori otak, yaitu short term memory (STM) dan long term memory (LTM). STM merupakan data yang diterima sementara, seperti contohnya untuk menjawab berapa jumlah langkah kita hari ini. Data STM sering kita hiraukan atau tidak dipedulikan. Sementara LTM, data itu lebih memiliki perhatian dari kita untuk diingat. LTM akan semakin baik pada memori ingatan permanen kita apabila sering digunakan atau diingat-ingat. Data LTM pada memori otak kita seperti alamat rumah kita, atau nomor telepon yang kita miliki.

STM maupun LTM pada manusia menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian. Karena keduanya menentukan perspektif, kebiasaan, pemahaman dan juga pengambilan keputusan yang dimiliki seseorang. STM maupun LTM yang dimiliki seseorang berkaitan erat dengan pengetahuannya terkait sosial, budaya, ekonomi, pollitik dll. Tergantung variabel apa yang ingin dicari dan diulas lebih dalam dari pelitian. Kumpulan data yang di dapat dari LSM ataupun LTM orang-orang yang kemudian menjadi sebuah informasi untuk “bahan analisis”.

Informasi sendiri merupakah sebuah hasil dari pemrosen data untuk menjadi sesuatu yang bermakna. seperti yang di ungkapkan oleh Vercellis (2009) “Information is the outcome of extraction and processing activities carried out on data, and it appears meaningful for those who receive it in a specific domain” . Informasi berdasarkan fakta-fakta atau kejadian yang nyata, yang nantinya menjadi hasil analisis dan selanjutnya menjadi dasar pembuatan kesimpulan. Hasil Kesimpulan inilah yang penting  dan juga dapat dijadikan pedoman pengambilan keputusan ataupun pengambilan suatu kebijakan.

Sumber: