Sesuai dengan namanya, SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) diperuntukan bagi penelitian ilmu-ilmu sosial. Dengan menggunakan SPSS, data bisa jadi lebih sederhana dan rapi sehingga lebih mudah untuk dianalisis. Makannya, penting untuk tahu cara mengolah data SPSS supaya hasilnya dapat dipahami oleh siapapun.

Beberapa orang merasa mengolah data statistik itu susah, apalagi untuk penelitian ilmu sosial. Padahal secara garis besar cara mengolah data SPSS hanya melalui tiga tahapan, yaitu:

1. Penyuntingan dan Pengkodean

Ini adalah tahap awal yang akan menentukan keabsahan hasil penelitian. Seluruh jawaban yang dikembalikan oleh responden harus dicek satu per satu. Pastikan seluruh daftar pertanyaan dijawab oleh mereka dengan sesuai.

Setelah itu, beri kode untuk setiap jawaban. Misalnya, angka 1 untuk jawaban “ya”, angka 0 untuk jawaban “tidak”, kemudian angka 99 untuk pertanyaan yang tidak dijawab. Lalu, kategorikan jawaban-jawaban dari pertanyaan terbuka. Tapi, ingat, jawabannya tidak boleh ditafsirkan sendiri supaya kebenarannya tetap terjaga.

2. Tentukan Variabel dan Masukkan Data

Dalam SPSS ada “Codebook” di mana seorang peneliti mulai melengkapi data-data yang akan diolah, seperti nama variabel, pengaturan angka desimal, label, hingga skor variabel yang sudah ditentukan sebelumnya. Ada juga “missing”, yakni ketika responden tidak memberikan jawaban apapun.

Setelah semua informasi pada “Codebook” terisi, kini saatnya mulai memasukkan data ke SPSS. Aktifkan bagian “Data View”, kemudian masukkan data-data ke dalam sel-sel yang ada di sana. Jangan sampai salah memasukkan data karena hasilnya nanti tidak akan sesuai dengan kondisi real responden. Kalau terjadi kesalahan, maka data pada sel tersebut bisa langsung diganti.

3. Screening dan Membersihkan Data

Walaupun sudah dilakukan secara hati-hati, tetap saja ada beberapa orang yang keliru memasukkan data. Sebelum dilakukan analisis lebih jauh, tak ada salahnya mengecek ulang dan memastikan kalau data yang dimasukkan sesuai dengan jawaban responden. Cara cepatnya bisa menggunakan menu “Analyze” kemudian pilih “Descriptive Statistic”.

Di sana beberapa opsi, seperti “Frequencies” untuk memastikan tidak ada kesalahan variabel data, “Descriptive” untuk mengecek nilai minimum, maximum, dan mean, serta “Explore” untuk menemukan error data yang skornya tidak sesuai.

Kalau ketiga tahapan cara mengolah data SPSS di atas sudah dilakukan, maka mulailah melakukan analisis. Sebaiknya diawali dengan analisis deskriptif, artinya melihat fakta apa adanya. Analisis ini murni hanya memaparkan data-data sebab tujuannya untuk mengecek asumsi dasar dan pertanyaan penelitian di awal.

Barulah jika ingin pembahasan yang lebih mendalam bisa maju ke analisis inferensial, yakni memberikan penilaian atau interpretasi terhadap objek yang diteliti. Namun tidak mudah melakukan analisis ini, belum lagi jika jumlah data dan variabel penelitiannya banyak.

Untuk mendapatkan kesimpulan yang valid dan siap dipublikasikan, Gama Statistika melayani konsultasi dan pengolahan data penelitian dari awal hingga selesai. Waktu pengerjaan bisa disesuaikan dengan kesepakatan sehingga tugas atau penelitian bisa selesai sesuai harapan. Segera hubungi kami untuk mendapatkan hasil karya tulis yang berkualitas.