Yuk Lebih Tau Tentang Metode SAS Untuk Pembelajaran – Bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa kegiatan belajar mengajar yang dilakukan baik di sekolah formal atau informal membutuhkan metode pembelajaran yang tepat. Metode yang digunakan ini tentu harus disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan serta kemampuan dari peserta didik yang akan menerima materi tersebut.

Mungkin anak-anak tingkat SMA dan SMP sangat mudah untuk bisa menerima metode pembelajaran yang dibuat oleh para pendidik, misalnya metode diskusi yang memang cukup efektif di waktu penggunaan kurikulum 2013.

Namun hal ini berbeda ketika Anda mengajar di Sekolah Dasar atau sekolah TK. Karena metode pembelajaran yang harus digunakan harus sangat menarik menghibur dan menyesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik.

Salah satu contoh metode pembelajaran yang bisa digunakan di taman kanak-kanak atau SD kelas bawah yaitu menggunakan metode SAS. Untuk informasi lebih lanjutnya akan dijelaskan di bawah ini. Apa Itu Struktural Analitik Sintetik (SAS)

Struktural analitik sintetik ini merupakan salah satu metode yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran, khususnya bagi anak-anak yang masih duduk di taman kanak-kanak atau sekolah dasar yang masih di kelas bawah karena merupakan metode pembelajaran membaca dan menulis permulaan.

Biasanya prinsip yang digunakan dalam metode struktural analitik sintetik (SAS) ini yaitu disusun berdasarkan landasan psikologis, landasan pedagogis dan landasan bahasa atau linguistik. Dari landasan-landasan inilah yang nantinya akan menjadi sumber dari langkah-langkah dalam menggunakan metode  struktural analitik synthetic dalam kegiatan pembelajaran.

Baca Juga Sekilas Tentang Metode Chi Square, Godness Of Fit dalam Kebutuhan Statistik

Langkah-Langkah Penggunaan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) Dalam Pembelajaran

Adapun langkah-langkah dari penggunaan dan pengembangan metode struktural analitik sintetik dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut.

1. Membagi kalimat menjadi beberapa kata

2. Kemudian membagi kata menjadi beberapa suku kata

3. Dilanjutkan dengan membagi suku kata menjadi bunyi huruf

4. Lalu menggabungkan bunyi-bunyi huruf tersebut menjadi suku kata

5. Langkah yang terakhir yaitu menggabungkan bunyi suku kata menjadi kata.

Kelebihan Dan Kekurangan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) Dalam Pembelajaran

Semua metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, apalagi jika media pembelajaran yang seharusnya digunakan dalam metode tersebut tidak tersedia.

Hal ini juga terjadi pada metode struktural analitik sintetik (SAS)  yang satu ini, karena ternyata metode ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Kelebihan dari metode struktural analitik sintetik yang satu ini yaitu membuat anak menjadi jauh lebih mudah dalam mengikuti prosedur dan nantinya akan lebih cepat dalam proses membaca pada kesempatan berikutnya. Jika dilihat berdasarkan landasan linguistik, maka metode ini akan menjadi penolong bagi anak-anak karena lebih cepat menguasai bacaan dengan lancar.

Setelah mengetahui kelebihan tersebut tentu Anda harus mengetahui kurangannya yang ternyata kekurangan dari metode struktural analitik sintetik yaitu mempunyai kesan bahwa pengajar harus jauh lebih kreatif dan terampil serta harus ekstra sabar dalam menghadapi peserta didiknya yang tidak bisa mengikuti secara maksimal metode pembelajaran struktural analitik sintetik ini.

Baca juga Mengenal Metode Bifurkasi Beserta Penggunaannya

Demikianlah informasi seputar metode struktural analitik sintetik (SAS)  yang seringkali digunakan untuk taman kanak-kanak dan sekolah dasar kelas bawah namun yang perlu Anda ingat bahwa dalam melakukan dan melaksanakan metode pembelajaran yang satu ini anda harus banyak bersabar karena mungkin peserta didik Anda banyak yang tidak berjalan sesuai dengan metode yang diinginkan.

Sumber:

Silvia sandi wisuda lubis, pengembangan metode Sas dalam keterampilan membaca permulaan siswa, dosen fakultas tarbiyah dan keguruan UIN Ar-Raniry  hlm. 96.

Otang Kurniaman dan Eddy Noviana, metode membaca sas (struktural analitik sintetik) dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan di kelas 1 SDN 79 Pekanbaru, jurnal primary program studi pendidikan guru sekolah dasar fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas Riau, Volume 5 Nomor 2 Oktober 2016 sampai Maret 2017, hlm. 150. Kurnia Asti Madasari dan Mimi Mulyani, KEEFEKTIFAN METODE EJA DAN METODE SAS BERDASARKAN MINAT BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR, Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, vol. 5, no. 2, 2016, hlm. 179